1 Comment

Resensi: album More Than Words (Deluxe Edition) dari Brian McKnight

MI0003492492

IBRAHNYA: Suatu hari anda ikut festival semacam japa-jezz, nyanyi ribuan jam dengan puluhan lagu dengan tempo dan irama yang seragam. Kemudian anda pulang dan menanyakan pada anak buah anda apakah pertunjukkan tadi direkam, jika iya, pilih enam belas lagu dan hilangkan suara teriakan teriakan penonton yang tidak perlu. Dan…., voilaaa. Jadilah album anda yang baru.

Entah dapat resep dari dukun mana, tapi ramuan membuat album seperti diatas benar dipakai Brian McKnight untuk album studio ke dua belasnya (dimana prestasi ini akan disamai Rihanna lima tahun lagi).

Di album More Than Words ini musik Brian Mcknight semakin mahal, dan butuh mood khusus buat menikmati musik model R&B kontemporer dengan groovy groovy naggung begini. Dengan suara yang empuk marsempuk dan still-flawless falsetto yang desye punya, Suhu masih merindukan desye nyanyi lagu lagu mellow seperti kesukaan Suhu, Everytime You Go Away. Untung aja, dua lagu yang berkolaborasi dengan anak anaknya di akhir album itu endeus bembeus.

Suhu sih cukup yakin kalo album ini bakal dilirik untuk menggantikan Ireng Maulana sebagai pimpinan band pengiring acara Berpacu Dalam Melodi.

 

SAYANG KALO STATUSNYA “GAK SINGLE”: Album ini harusnya dibuka dengan hentakan “Letsomebodyluvu” yang iramanya riang dan sedep kayak bibir Suhu.

Dan tentu saja lagu favorit Suhu sebagai teman nyebur sumur, Trying Not To Fall Asleep.


 

SANGAT DIREKOMENDASIKAN DIDENGAR: jam sebelas malem ber-gotang (goyang goyang tanggung) sambil nyapu lantai..

NILAI BEHA: Sepasang beha dengan ukuran beda karena kesalahan jahitan, kedodoran untuk setengah awal album dan ukuran benar di setengah akhir album.

RESEP ALTERNATIF: Pemirsa musti denger Back In Town dari Matt Dusk. Seperti halnya Brian McKnight, kang Matt Dusk dibekali suara yang bikin manusia yang denger klepek klepek saking seksehnya. Kalo mas Brian suaranya lebih empuk, maka si Matt Dusk suaranya renyah endeus dengan lagu lagu bersemangat yang lebih ngepop.

Matt Dusk

tipikal lakik incaran Nyonya Carter, —-rolling boobs

 

 

About Suhu Ocrit

Dukun binan yang hidup merakyat layaknya makhluk Indonesia kebanyakan dan pula meggemari kegiatan makan nasi dengan lauk Mie Instant.

One comment on “Resensi: album More Than Words (Deluxe Edition) dari Brian McKnight

  1. More Than Words (Deluxe Edition) dari Brian McKnight rilis tanggal 19 Maret 2013 kemarin.

    Mari kita beri nilai dari rungon by rungon:
    Nilai A: Suhu mengajak si sapu untuk menikah.
    Nilai B: Suhu mulai berpikir hal hal mesum yang bisa dilakukan dengan gagang sapu.
    Nilai C: Suhu ngegebukin si ibu dan kakak kakak tiri.
    Nilai D: Suhu meyapu dengan giat sementara si ibu dan kakak kakak tiri sibuk maki maki.
    Nilai E: Suhu belajar mantra biar si sapu bisa terbang, ke neraka.

    D. untuk 01 Don’t Stop
    B. untuk 02 Letsomebodyluvu
    E. untuk 03 4th of July
    C. untuk 04 Sweeter
    E. untuk 05 She Doesn’t Know
    C. untuk 06 More Than Words
    D. untuk 07 Nothing But a Thang
    C. untuk 08 Livewithoutyou
    B. untuk 09 Made For Love
    D. untuk 10 Get U 2 Stay
    B. untuk 11 Slow
    C. untuk 12 Another
    A. untuk 13 Trying Not To Fall Asleep
    A. untuk 14 Ididntreallymeantoturnuout (feat. Brian McKnight Jr.)
    A. untuk 15 The Front the Back the Side (feat. Niko McKnight)
    B. untuk 16 Good Love (Bonus Track)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: