Leave a comment

Pelem “Tenggelamnya Kapal VAN DER WIJCK” yg diadopsi dari Novel karangan Buya Hamka cukup memikat, menginspirasi, dan memberikan gambaran sedikitnya tentang adat minang. Kisah cinta Zainuddin dan Hajati dikemas dalam alur maju yg teratur dan disertai dengan syair-syair indah.

Sedikit disayangkan dalam beberapa scene, sutradara terkesan ‘maksa’ supaya cinematography nya terlihat klasik, terjadi di th 30an. Setting tempat, tokoh, alur cerita dan konflik2 yg terjadi very nice. Hanya saja aku terganggu dengan gaya bicara sang tokoh utama Zainnudin yg diperankan Junot, terkesan dibuat2.

Kalo orang yang suka akan syair-syair atau rangkaian kata-kata indah, wajiblah nonton pelem ini… itu yg membuat berkesan. Apalgi diucapkan dalam bahasa minang,,, SUKA.

Overall, it is a GOOD movie and I give 4 stars.

View on Path

About Bruder Pabo

Sesosok makhluk yang terjebak di ruang hampa udara ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: